SAN

April 1, 2007

Anda pasti sudah hapal dengan istilah LAN (Local Area Network) atau WAN (Wide Area Network). Tapi, apa pula yang dimaksud dengan SAN (Storage Area Network)? Nah, inilah penjelasannya.

 

Perusahaan-perusahaan besar yang menerapkan TI sebagai tulang punggung mereka, memiliki informasi dalam jumlah yang sangat besar. Jumlah informasi tersebut terus bertambah dari waktu ke waktu. Misalnya saja informasi yang dimiliki sebuah bank dengan jutaan nasabah. Setiap informasi lalu lintas keuangan, pertumbuhan nasabah, dan lain-lain terus dicatat, dan disimpan dalam sebuah sistem TI perbankan.

Bank tersebut tentu harus memiliki kapasitas penyimpanan yang besar, cepat, dan harus pula dapat dikembangkan, sesuai dengan pertumbuhan informasi yang dimilikinya. Bagaimana sistem peyimpanan (storage) yang sesuai dengan kebutuhan penyimpanan yang besar dan terus tumbuh tersebut? SAN adalah jawabannya.

 

Apa itu SAN?

SAN adalah sebuah jaringan berkecepatan sangat tinggi yang khusus, terdiri dari server dan penyimpanan. Terpisah dan berbeda dengan LAN / WAN perusahaan, tujuan utama SAN adalah untuk menangani trafik data dalam jumlah besar antara server dan peralatan penymipan, tanpa mengurangi bandwidth yang ada di LAN / WAN.

San tersambung melalui fiber channel, serabut optik berkecepatan tinggi atau kabel tembaga untuk menginterkoneksikan perangkat server dan penyimpanan, yang mengakibatkan kecepatan transfer data sampai 200 Mbps dalam konfigurasi loop ganda, atau 100 Mbps dalam mode redundant. Teknologi ini menjadikan san sebuah jaringan dedicated, platform-independent yang beroperasi di belakang server.

Panjang serabut optik dapat mencapai 10 km (atau 6,25 mil), tanpa menggunakan teknologi struktur penyambung atau switch. Lebih jauh lagi, SAN dapat menyokong dan memetakan SCSI, HIPPI, IP, ATM, dan jaringan serta saluran protokol lainnya.

SAN menjadi jawaban atas keterbatasan cara tradisional dalam menyambungkan server dengan media penyimpanannya yang tidak lagi bisa memenuhi kebutuhan saat ini untuk akses secara cepat data dalam jumlah yang besar. Teknologi SCSI yang menggunakan kabel paralel sangat membatasi kecepata, jarak tempuh data, maupun jumlah media penyimpan yang bisa ditempelkan.

Konsep tradisional hubungan server dan pemyimpanan mengacu pada logika bahwa pemilik media penyimpan tersebut adalah server, hal ini menyebabkan terjadi pembatasan dalam akses data. Pada saat lingkungan komputasi bergerak dari model yang server-centric ke data-centric, akses ke sumber daya data menjadi sangat kritis. San adalah memungkinkan sumber daya penyimpanan untuk di-share, memberikan layanan akses data secara cepat terus menerus, cepat, dan mudah.

 

Perbedaan antara SAN dengan LAN

SAN sebetulnya sangat mirip dengan LAN, yakni menggunakan protokol standar untuk menyambungkan sistem dengan hardware dan software. Perbedaan utama antara SAN dengan LAN adalah:

· LAN menggunakan protokol jaringan yang mengirmkan potongan kecil data dan meningkatkan over-head komunikasi, dan mengurangi bandwidth. SAN menggunakan protokol penyimpanan (SCSI), sehingga memungkinkan untuk mengirimkan potongan besar data sambil mengurangi overhead, dan meningkatkan bandwidth.

· Sistem berbasis LAN menghubungkan server dengan client, setiap server memiliki dan mengontrol akses ke media penyimpanannya, yang pada akhirnya membatasi aksesibilitas data. Setiap penambahan media penyimpanan akan ditambahkan ke server, tidak di-share melalui LAN. Sebuah SAN memungkinkan sumber daya penyimpanan data untuk dikaitkan langsung ke jaringan, tanpa perlu terhubung ke server yang spesifik. Hal ini memungkinkan semua server untuk mengakses sumber daya media penyimpanan yang ada di SAN.

 

Keunggulan SAN

Sebagai solusi penyimpanan terakhir, SAN memiliki keunggulan diatas solusi penyimpan terdahulu, antara lain:

· Availibility, satu copy data dapat diakses oleh semua host melalui jalur yang berbeda, dan manajemen data menjadi lebih efisien.

· Reability, infrastruktur transportasi data yang menjamin tingkat kesalahan yang sangat minimal, dan kemampuan dalam mengatasi kegagalan.

· Scalability, server maupun media penyimpanan data ditambahkan secara independent satu dengan lainnya, tanpa batasan harus menggunakan sistem propietary.

· Performance, fibre channel memiliki bandwidth sampai 200 Mbps dengan overhead yang rendah, san memisahkan trafik backup dengan trafik standar LAN / WAN.

· Manageability, berkembangnya perangkat lunak dan standar memungkinkan manejemen dilakukan secara terpusat, koreksi dan deteksi kesalahan yang proaktif.

· Return On Information Management, SAN memungkinkan biaya kepemilikan yang rendah, dan menaikkan Return On Information Management dibandingkan metode penyimpanan tradisional.

Entry Filed under: Sistem. .

Leave a Comment

Required

Required, hidden

Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Kategori

Arsip

Recent Comments

ranoclamwin on Menginfeksi Hampir ke Segala P…
anas on Virus Stealth
abuanas on Menginfeksi Hampir ke Segala P…
abuanas on Salam Kenal !!!
Didik hendratmo on Menginfeksi Hampir ke Segala P…

 

April 2007
M T W T F S S
« Mar   May »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

Postingan terbaru

Top Posts